Rasulullah Saw bersabda,
"Bersungguh-sungguhlah kalian dalam menyeru yang makruf,
bersungguh-sungguh pulalah kalian dalam mencegah yang munkar. Jika tidak, maka
Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang buruk di antara kalian, dan
doa orang-orang baik di antara kalian (tetapi diam terhadap kemunkaran) tidak
akan dikabulkan oleh Allah," (HR Imam Bazzar).
Hadis di atas menjelaskan kepada kita akan kewajiban setiap muslim untuk
senantiasa melakukan aktivitas dakwah Islamiyah. Kita diperintahkan oleh
Rasulullah Saw untuk senantiasa menegakkan kebenaran di manapun kita berada,
dan dalam posisi apa pun.
Seorang hakim yang baik, pastilah ia
akan berusaha melandaskan keputusannya pada prinsip-prinsip keadilan dan
kebenaran. Tidak mungkin ia akan
melakukan berbagai upaya penyelewengan hukum. Ia akan bersikap tegas dan jujur,
walaupun kasus yang sedang ditanganinya melibatkan kaum elite dan para
pemimpin.
Seorang politisi yang jujur, pastilah
ia akan mengatakan kebenaran yang hakiki tanpa harus melakukan kebohongan
publik. Ia tidak akan memiliki
keberanian untuk mempermainkan kepentingan rakyat demi memuaskan keinginan
pribadinya.
Seorang guru yang baik adalah yang
mengajarkan ilmu dan juga adab. Tidak hanya fokus ke pengetahuan akademik anak
saja, tapi dia juga berusah mendidik anak supaya beraqidah salimah selamat dari
syirik, khurafat dan bid’ah, beribadah shohihah dengan berittiba’ kepada
Rasulullah SAW dan berakhlakul karimah seperti akhlaknya Rasulullah SAW.
Begitu pula halnya dengan berbagai
pekerjaan lainnya, seorang Muslim harus memiliki komitmen yang kuat untuk
menegakkan amar makruf dan nahi munkar. Ia tidak boleh berdiam diri manakala
melihat berbagai bentuk kezaliman dan kemunkaran.Bila umat Islam tidak
melakukan kegiatan amar makruf nahi munkar, maka Allah akan menimpakan dua
akibat.
Pertama,
Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang buruk di antara komponen
suatu masyarakat dan bangsa. Seluruh aspek kehidupan akan dikendalikan dan
diarahkan oleh orang-orang yang tidak bermoral, baik itu aspek politik,
ekonomi, hukum, sosial, budaya, pertahanan keamanan, maupun aspek-aspek
kehidupan lainnya. Yang akan terjadi adalah berbagai kehancuran dan kerusakan.
Adzab akan turun silih berganti.
Kedua,
Allah tidak akan mengabulkan doa orang-orang baik di antara mereka, tetapi
orang-orang baik tersebut diam dan tidak berbuat sesuatu untuk mencegah
terjadinya kemaksiatan. Untuk itulah umat Islam harus senantiasa melakukan
proses koreksi dan introspeksi secara terus-menerus. Bukan tidak mungkin,
keterpurukan bangsa ini disebabkan oleh kelalaian umat Islam dalam beramar
makruf dan nahi munkar.
Oleh : Wawang
Haerudin, M.Pd
Tulis Komentar